Siapa Andika Perkasa, Komandan Paspampres Jokowi?
TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko resmi mengangkat Brigadir Jenderal Muhammad Andika Perkasa sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden yang baru. Dia menggantikan Mayor Jenderal Doni Munardo yang diangkat menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus. (Baca: Menantu Hendropriyono Jadi Danpaspamres Jokowi)
Menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah Mahmud Hendropriyono ini resmi bertugas pada 23 Oktober 2014, tiga hari setelah pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia 2014-2019. Dia mengemban jabatan itu setelah Moeldoko menerbitkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/760/X/2014 tertanggal 14 Oktober 2014. (Baca:Jokowi Dilantik, Pendukung Dilarang Konvoi)
Andika merupakan lulusan Akademi Militer, Magelang, pada 1987. Sejak lulus dari Akmil, Andika lebih banyak ditugaskan di jajaran Kopassus. Dia juga pernah bertugas di Komando Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan Sekretaris Pribadi Kepala Staf Umum TNI.
Andika juga pernah menjabat Komandan Resimen Induk Komando Daerah Militer Jaya dan Komandan Komando Resor Militer 023/Kawal Samudera, Sibolga, Sumatera Utara, pada 2012. Karier Andika meroket hingga akhirnya menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD pada 2013.
Selain karier militer yang cemerlang, Andika dikenal cakap di bidang akademik. Dia sempat melanjutkan studi di Harvard University untuk jenjang magister. Lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 2000 ini menyabet gelar doktoralnya di George Washington University.
Andika akan resmi menyandang dua bintang, mayor jenderal, di pundaknya saat dilantik menjadi komandan pasukan pengamanan Jokowi, pejabat nomor satu di Indonesia selama lima tahun mendatang.
RAYMUNDUS RIKANG
Komandan Paspampres Baru Punya Gaya Beda, Apa Itu?
TEMPO.CO , Jakarta- Komandan Pasukan Pengaman Presiden Mayor Jenderal Andika Perkasa tampil berbeda saat mengawal Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Berbeda dengan pendahulunya Mayjen Doni Munardo, Andika berpakaian lebih santai dan sporty. "Saya lebih nyaman seperti ini," kata Andika di Kantor Presiden, Senin, 27 Oktober 2014.
Andika tampil dengan memakai celana berbahan parasut yang memiliki beberapa kantong tambahan. Selain itu, ia juga memakai sepatu sporty untuk kegiatan mendaki dan lari.
Para pendahulunya, termasuk Doni, selalu memakai pakaian formal, yaitu kemeja lengan panjang, celana bahan gelap, dan sepatu fantofel.
"Belum dibicarakan dengan presiden. Tapi, kalau disetujui, semua Paspampres mungkin akan seperti ini," kata menantu Hendropriyono tersebut.
Menurut Andika, jika Presiden Jokowi setuju dengan gaya pakaian Paspampres yang lebih santai, anggaran pengadaan akan disesuaikan pada 2015. Perubahan penampilan tak bisa dilakukan pada sisa waktu 2014 karena keterbatasan dana. "Jangan-jangan Paspampres yang mengawal dari Semanggi ke Bundaran HI kemarin pada lecet karena pakai fantofel," kata Andika.
Andika menyatakan dirinya memang memiliki gaya berbeda dengan seniornya, Doni Munardo. Meski sama-sama berasal dari Pasukan Khusus Angkatan Darat, Andika lama berada di satuan penanggulangan teroris. Sedangkan Doni lama berada di Grup I yang lebih bertindak sebagai pemberi komando. "Kalau pakai sepatu ini, saya akan lebih cepat merespons," kata dia.
FRANSISCO ROSARIANS
Andika tampil dengan memakai celana berbahan parasut yang memiliki beberapa kantong tambahan. Selain itu, ia juga memakai sepatu sporty untuk kegiatan mendaki dan lari.
Para pendahulunya, termasuk Doni, selalu memakai pakaian formal, yaitu kemeja lengan panjang, celana bahan gelap, dan sepatu fantofel.
"Belum dibicarakan dengan presiden. Tapi, kalau disetujui, semua Paspampres mungkin akan seperti ini," kata menantu Hendropriyono tersebut.
Menurut Andika, jika Presiden Jokowi setuju dengan gaya pakaian Paspampres yang lebih santai, anggaran pengadaan akan disesuaikan pada 2015. Perubahan penampilan tak bisa dilakukan pada sisa waktu 2014 karena keterbatasan dana. "Jangan-jangan Paspampres yang mengawal dari Semanggi ke Bundaran HI kemarin pada lecet karena pakai fantofel," kata Andika.
Andika menyatakan dirinya memang memiliki gaya berbeda dengan seniornya, Doni Munardo. Meski sama-sama berasal dari Pasukan Khusus Angkatan Darat, Andika lama berada di satuan penanggulangan teroris. Sedangkan Doni lama berada di Grup I yang lebih bertindak sebagai pemberi komando. "Kalau pakai sepatu ini, saya akan lebih cepat merespons," kata dia.
FRANSISCO ROSARIANS
Comments
Post a Comment