Posts

Showing posts from December, 2014

SELAMAT JALAN GURU PEJUANG INDONESIA....... (PRAY FOR TEACHER FROM INDONESIA)

Image
Kabar duka datang dari Ibu Guru Een Sukaesih. Guru luar biasa yang lumpuh sejak 27 tahun lalu itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang, Jawa Barat. "Iya betul, Ibu Een sudah berpulang. Saat ini di ruangannya masih banyak sanak famili," ujar Andi, seorang petugas di RSUD Sumedang kepada  merdeka.com , Jumat (12/12). Ibu Guru Een adalah penerima Liputan6 Award. Ibu Een diketahui sudah 32 tahun menderita penyakit Rheumatoid arthritis (RA). Penyakitnya itu juga yang membuatnya lumpuh selama 27 tahun. Namun, ia masih tetap bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk orang banyak. Ibu guru yang dua kali bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) itu mengembuskan napas terakhirnya sekira pukul 15.20 WIB. "Tadi sekitar pukul 15.20 WIB," ujar Andi. Selamat jalan Ibu Guru Een Sukaesih. source :

SEJARAH LAWAK DAN SEJARAH SRIMULAT DI INDONESIA

Image
Sejarah literatur perlawakan Indonesia memang gelap. Beda dengan seni sastra, lukis, suara dan seni-seni elitis lainnya. Di masa lalu, seni berbasis humor atau lelucon, domainnya rakyat jelata. Para abdi atawa punakawan. Para bendara atau kaum priyayi umumnya, harus jaim. Tampil angker supaya berwibawa. Tidak berwibawa, uang kembali; eh, pamor sosialnya langsung jatuh. Di masa kini, memang ada sedikit kemajuan. Ada apresiasi. Entah itu karena pelawak dihargai mahal atau masyarakat telah menyadari apa manfaat humor bagi kehidupan sehari-hari. Yang jelas, di berbagai Negara maju, seni berbasis humor menjadi primadona dan mendapatkan perhatian istimewa. Banyak pihak – multidisplin ilmu, multiprofesi - tertarik menggali dan mencoba menguak manfaat yang ada di baliknya. Puncak-puncak kronologi seni lawak Indonesia ini hanya salah satu versi untuk mencatat jejak-jejak penting yang pernah terjadi agar sebagai bangsa kita tidak buta sejarah. Dengan demikian kita tidak tergagap-gagap atau ...

DOKTER BAIK HATI DARI SURAKARTA LO SIAUW GING

Image
Ketika biaya perawatan dokter dan rumah sakit semakin membubung tinggi, tidak ada yang berubah dari sosok Lo Siaw Ging, seorang dokter di Kota Solo, Jawa Tengah. Dia tetap merawat dan mengobati pasien tanpa menetapkan tarif, bahkan sebagian besar pasiennya justru tidak pernah dimintai bayaran. Maka, tak heran kalau pasien-pasien Lo Siaw Ging tidak hanya warga Solo, tetapi juga mereka yang berasal dari Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Boyolali, dan Wonogiri. Usianya yang sudah menjelang 75 tahun tak membuat pria itu menghentikan kesibukannya memeriksa para pasien. Dokter Lo, panggilannya, setiap hari tetap melayani puluhan pasien yang datang ke tempatnya praktik sekaligus rumah tinggalnya di Jalan Jagalan 27, Kelurahan Jebres, Kota Solo. Mayoritas pasien Lo adalah keluarga tak mampu secara ekonomi. Mereka itu, jangankan membayar ongkos periksa, untuk menebus resep dokter Lo pun sering kali tak sanggup. Namun, bagi Lo, semua itu dihadapinya dengan “biasa saja”. Dia merasa d...

Ritual Sex di Gunung Kemukus Kabupaten Sragen dan Solusinya

Image
Bagi masyarakat Indonesia, mempunyai sebuah ritual keagamaan adalah hal yang lazim. Banyak sekali adat istiadat yang dibilang aneh, lucu, hingga tidak masuk akal. Karenaitulah Indonesia, negara yang kaya akan kebudayaan. Seperti yang terjadi di gunung Kemukus, yang terletak di pulau Jawa, tepatnya di Sangiran, Sragen. Ada sebuah budaya keagamaan yang cukup menarik minat jurnalis luar negeri, khususnya dari Inggris, untuk melihat seperti apa ritual yang terbilang aneh ini. Setiap malam Jumat, khususnya Pon dalam penanggalan Jawa, banyak peziarah datang, untuk melakukan doa-doa di sekitar makam Pangeran Samudro, yang merupakan keturunan dari Majapahit. Untuk itu, jurnalis bernama Patrick Abboud, menceritakan kisahnya menelusuri ritual yang terjadi di sana, khususnya ritual bersetubuh, baik dengan pasangannya maupun dengan wanita lain yang baru dikenal. Selama 35 hari, Obboud mengatakan jika siapapun yang datang harus melakukan ritual tersebut selama tujuh kali. "Ini cer...